Suasana Romantis, Bersama Teman ataukah Berdua?

Dahulu kala, saat hari dimana mendekati hari ulang tahun teman saya. Dan dia adalah seorang cewe, cewe yang menarik. Sebutlah namanya Dini, sifatnya sanguis, lucu, cantik, selalu ceria dan saya selalu merasa nyaman berada disampingnya, entah mengapa bisa demikian.

Sehingga dalam hal ini saya berencana ingin memberikan surprise yang meriah, minimal membuatnya bahagia. Maka kemudian meluncurlah ide-ide kreatif yang sama sekali belum pernah terpikirkan dalam hidup saya. Mulai dari menciptakan ide suasana surprise di danau wisata bersama teman-teman. Sampai menciptakan ide suasana surprise di kos-kos sannya. Ya benar, Dini masih kuliah dan ngekos. Jauh dari keluarga. Sehingga saya termotivasi untuk bisa memberikan arti hari yang indah walaupun dia jauh dari orang tua. Saya beranggapan kalau bukan saya, lalu siapa lagi?

Dan kemudian saya memutuskan untuk memberikan surprise di sekitar kos-kos an nya saja. Inisiatif pertama yang saya lakukan untuk mewujudkan ide saya tersebut adalah melakukan kontrak kerja sama dengan semua teman kos-an nya. Tanpa teman-teman se-kamar tak mungkinlah bisa mewujudkan ide ini. Karena kos-kosan cewe tak mudah untuk dimasuki oleh pria tulen seperti saya ๐Ÿ™‚

Kemudian hari yang ditunggu-tunggu tiba. Tepat jam 12 malam kami mulai melancarkan aksi. (gile khan, apelnya jam 12 malem. Untung saja ibu kos masih toleran sama acara surprise ini, awalnya sih ngelarang kemudian dirayu-rayu anak kos, eh.. ternyata diperbolehkan juga dengan catatan ibu kos ikutan join buat ngasih surprise, hahaha..)

Dan suasana kos-kos san pun dibuat sepi. Semua penghuni berkumpul di satu ruangan, termasuk ibu kos juga. Di ruangan tersebut, kami mendekorasi dengan apik supaya terlihat meriah layaknya suasana ulang tahun. Kami berkumpul di ruangan yang “kata” salah satu anak kos, ruangan tersebut adalah tempat yang angker. Berniat ingin menakuti Dini, eh.. ibu kos malah lebih dulu merinding saat berada di ruangan tersebut, hehehe..

Dan untuk menuntun Dini ke ruangan tersebut, saya sudah memasangkan lilin berpasang-pasangan dilantai kos-kosan seolah-olah berbentuk seperti sebuah arah jalan. Lumayan banyak juga lilin yang diperlukan. Setelah persiapan selesai, saatnya action ke perencanaan selanjutnya. Acara surprise tersebut tidaklah memakan biaya yang banyak, hanya berbekal black forest (kue ulang tahun), topeng seram dan hiasan dekorasi ruangan supaya acaranya lebih meriah.

Rencana selanjutnya adalah menelepon sang korban, hehe. Tujuannya adalah untuk sekadar memancing Dini bangun dari tidurnya dan supaya Dini melihat keadaan sekitar yang sepi atau sekadar membuatnya panik.

Tuut… (terdengar nada dering “Matahariku” yang dinyanyikan oleh agnes monica). Kemudian telpon diangkat, dari kejauhan suara paraunya menjawab… bikin gemes, suer ๐Ÿ™‚

“Halooww…, iya kenapa?”, tanya Dini dengan suara malesnya baru bangun tidur.

“Udah bobo belum? Cuma mau nelpon saja”, kataku beralasan sambil ketawa cekikikan bareng temen se-kos sannya.

“Hengg…”, jawabnya gitu aja.. kemudian telpon saya tutup.

Berhubung dekat dengan kamar kos sannya, terdengar teriakan Dini sambil memanggil salah satu teman se-kos. Yes, strategi sukses ๐Ÿ™‚

Lama bener Dini triak-triak manggil-manggil penghuni kos, panik. Disamping saya, yang dipanggil-panggil cuman ketawa cekikikan. Berhubung mungkin Dini sudah melihat lilin pengarah jalan, saya tidak lagi mendengar teriakan Dini. Tak lama, samar-samar terdengar suara langkah kaki menuju ruangan tempat berkumpulnya kami. Artinya Dini sudah mulai mendekat.

“Hallow, ada orang tidak”, tanya Dini.

Hening bro.. lampu dalam keadaan mati, kemudian saatnya saya beraksi sambil memakai topeng menyeramkan khas hellowen. Ketika Dini tepat berada didepan pintu, Dini dikagetin dan kemudian berteriak sejadi-jadinya ๐Ÿ™‚

“Selamat ulang tahun”,

“Selamat ulang, Selamat ulang, Selamat ulang tahun”, teman-teman se kosannya menyanyikan lagu ulang tahun dengan gembira.

Dini kaget melihat teman-temannya berkumpul jadi satu diruangan tersebut setelah lampu dinyalakan. Ketika saya membuka topeng disampingnya, tampang keselnya terlihat jelas dan kemudian memukul-mukul saya sambil tersenyum, senang. Hehehe…

Lilin pun ditiup, acara sukses. Yess…

Tapi di mata saya semua masih tampak boring (bosen) adalah karena Dini lebih banyak mengobrol dengan teman se-kos sannya dibandingkan dengan saya. Saya hanya bisa bengong, saya baru sadar kalau ternyata di perkumpulan itu hanya saya yang laki-laki.

Yang seperti itu memang tampak membosankan, walaupun sedemikian hebohnya acara yang kamu buat tetap saja bakal membuat kamu bosan, karena apa? Karena tidak ada momen yang membuat dirinya kagum terhadapmu. Tak ada momen keromantisannya. Coba deh bandingkan dengan pengalaman saya berikut. Saat yang sama di hari ulang tahunnya Dini. Di malam itu, saya mengajaknya jalan. Cuma mengajaknya makan diluar, berdua sambil bercerita-cerita.

Tapi sebelum ke inti utama cerita kita flashback dulu ke kisah sebelumnya, dimana beberapa minggu yang lalu Dini pernah bercerita bahwa dirinya sangat menginginkan sebuah kalung lucu bermata dolphin.

Katanya, seumur hidup dia tak pernah menemukan kalung itu, dimanapun tak ada. Kemudian aku berkata, “pasti ada disini, kalaupun mau mencari pasti ada”.

“Gak mungkin. Aku pernah cari di Bali juga gak nemu”, jawabnya.

Sebagai laki-laki aku tertantang dengan jawabannya itu dan berkata, “InsyaAllah aku bisa menemukannya”.

Kemudian keesokan hari saya buktikan tekad, mencari kesana kemari hadiah seperti yang di harapkan Dini. Memang tidak menemukan, yang ada malah capek. Tapi saya masih tetap yakin bisa menemukannya sambil terus-terus berdoa. Kemudian tepat sehari sebelum hari ulang tahunnya aku menemukan kalung itu, sebuah kalung bermata dolphin yang cantik. Aku sangat beruntung, kalung itu persis seperti apa yang diimpikan Dini.

Yah, mungkin saja Dini sudah lupa akan perkataanku dahulu karena memang obrolan tentang kalung itu sudah sangat lama, jauh hari sebelum hari ulang tahunnya. Tapi aku ingin membuktikan bahwa aku benar-benar bisa mendapatkannya.

Setelah makan malam hari itu usai kami berdua kembali balik ke kosan Dini. Aku mengantarnya pulang dengan motorku. Sampai di depan kosan Dini, aku berkata..

“Tutup matamu”,

“Kenapa”, tanya Dini bingung.

“Tutup saja”, jawabku sambil kemudian memastikan Dini sudah menutup mata aku mengalungkan kalung itu dilehernya.

Dini kaget dengan apa yang kuberikan, “Ini khan…”. Cuma bisa menjawab seperti itu saja. Namun berhubung hari sudah larut malam,ย  terlihat bapak kos melangkah keluar dan bersegera menutup pagar kos seolah seperti memaksa Dini masuk kos. Kulihat saat itu Dini cuma bisa bengong dengan apa yang kuberikan sambil memegangi kalung itu.

Kemudian aku tersenyum sambil berkata, “Aku sudah bisa membuktikan kata-kataku bahwa aku bisa menemukannya. Ini hadiah ulang tahun untukmu”. Dan kemudian bersegera berbalik balik pulang ke rumah, meninggalkan Dini yang masih berdiri tak bergeming, bengong.

Well, dalam perjalanan pulang aku turut senang bisa membuatnya bahagia. Seolah sukses melakukan sesuatu, namun begitu terkenang. Dan dalam perjalanan pulang aku mendapat pesan singkat dari Dini,

Terima kasih hadiahnya, aku tidak menyangka kalau ternyata kamu bisa menemukannya. Aku sangat suka hadiahnya. Hati-hati dalam perjalanan pulang“. Sms darinya membuat aku merasa nyaman diperhatikan.

Bagaimana tidak bahagia? Setelah kejadian itu, aku selalu diperhatikan Dini. Walaupun momennya cuma berselang beberapa detik (momen saat memberikan kalung), tapi sudah menjadi momen yang paling indah buatnya.

Coba bayangkan seandainya kalung tersebut saya berikan saat bersama teman-temannya. Belum tentu momen membahagiakan seperti itu ada. Hal pertama yang membuat suasana menjadi lebih romantis adalah karena dia memikirkan bahwa Anda adalah “orang yang romantis“. Lalu seandainya dia berkumpul bersama teman-temannya, akankah dia sadar bahwa Anda adalah orang yang romantis? Saya rasa tidak.

Iklan

~ oleh azzaam pada 27 Agustus 2009.

4 Tanggapan to “Suasana Romantis, Bersama Teman ataukah Berdua?”

  1. buennenrrr mazzz kadang cewek itu orangnya gampang2 susah disuatu saat dia sngt dkeat dengan kita tapi diwaktu dia bersamaa kita dan juga bersama hal yg ia sukai ia mengesampingkan kita

  2. hehehe…
    nama’y juga ce….

  3. moody an kaya aku akhh…

  4. mantap mas, cerita na mengharukan??? emm ..kira2 tu cew punya cow ga… Klu misal g punya, pstinya ada dikit rasa ke mas na..hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: