Luka dan Ajal

 

Dan pada saat hujan mengguyur semua yang ada di bumi ini,, semua terasa segar…

Tapi tidak dengan hatiku,, entah yang kurasa saat ini hanya pilu yang menjadi sandaranku,,

Resah ini seakan menjadi senjata yang sangat membunuhku,,

Tapi apakah hati redup ini sanggup menjadi nyali disetiap desiran lawanku???

Seisi kota ini seakan menjadi hiasan setiap insan yang menyesaki bumi ini…

Bermilyar2,ataupun triliun perasaan bahkan sampai aku tak sanggup menghitungnya ,,

Aku bertabrakan bebas mengikuti alur perasaanku,, perasaan yang tak pernah bisa ditangkap dengan tangan apalagi dengan sebuah pengkhianatan…

Uuughhh…. Serasa menekik leher dengan tangan sendiri!!!

Apa yang aku lihat seakan bertolak dengan mimpi indahku,,

Lalu aku berteriak ke pantai agar semua isi permukaan sampai dasar laut mendengar jeritan & lukaku…

Tapi apa daya nyawaku ini,,

Ombak ini menyerempetku sampai2 aku pergi meninggalkan dunia…

Dengan menyisakan luka yang teramat dalam,, aku tak ingin luka ini membayangiku..

Aku mencoba menghapusnya,, tapi luka ini tlah menjemput ajalku,,

Luka & Ajalku adalah komponen yang memenuhi lingkup kehidupanku,,

Dan tawa ini akan menjadi salam terakhirku dalam akhir penantianku.

 

‘OcHapHuciNoe’

Iklan

~ oleh azzaam pada 4 Oktober 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: