Konsultasi Cinta: Terjebak antara Dua Pilihan

Konsultasi dengan seseorang wanita yang berinisial Riri:

Tanya:

maaf, saya tidak tahu lagi harus bertanya kepada siapa” .. mudah”an saya mendapatkan solusi dari konsultasi ini ..

Nama saya riri (perempuan) menjalin hub. dengan sebut saja S selama 3 tahun .. kita sama” serius, sampai akhirnya dia mengajak untuk menikah, S sudah bekerja sebagai PNS sdgkan saya masih kuliah smt. 6 .. usia saya 21 thn, dan usianya 25 thn ..

Keluarganya memiliki prinsip : UMUR 27 HARUS SUDAH MENIKAH,BUAT PEREMPUAN KERJA ATAU NGGA KERJA YG PENTING NIKAH DULU
sedangkan
Keluarga saya memiliki prinsip : KERJA DULU BARU NIKAH DAN SBAGAI SEORANG PEREMPUAN JGN MAU TERGANTUNG DENGAN LAKI”, KALAU ADA APA” DGN SUAMI, DAN KITA GA KERJA, MAU JD APA ..

cita” saya dari dulu ingin menikah usia 26-27, karena mama saya single parent, saya ingin membantunya dulu dgn bekerja .. saya pun berusaha keras di kuliah mendapatkan nilai yg bagus agar dpt kerja di tempat yg bagus .. mendapatkan gaji yg bagus pula agar dpt menunjang dan membantu suami dan keluarga .. apa cita” saya salah?

Keluarganya memberi 2 pilihan:
1. Dilamar skrg (saat saya masih kuliah) dan lulus kuliah nikah
2. Dilamar stlh lulus kuliah dan nikah setahun stlhnya (1 thn saya bekerja), namun apabila saya bekerja dlm perusahaan yg ada syarat tdk blh menikah sblm 2 thn bekerja, tdk blh punya anak dulu, dll. saya diharuskan keluar karena akan mengganggu rencana pernikahan dan rencana keluarganya yg ingin segera punya cucu ..

Lalu keinginan keluarga saya dikemanakan? Seorang ibu yg berjuang menghidupi anak”nya hingga sarjana, stlh itu diambil untuk menikah? Maaf, saya bukan perempuan yg seperti itu .. Saya menghargai ibu saya .. Saya memiliki banyak cita” ..

Sebenarnya keluarga saya tidak ada masalah apabila saya menikah dgn S, namun akan lebih baik apabila saya menyelesaikan kuliah terlebih dahulu dan mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu .. Ngapain kuliah tinggi” kalau ga kerja?

Lagipula, apabila saya menikah dgnnya saya melamar ke perusahaan dengan status MARRIED .. Bknnya pesimis, single aja terkadang susah cari pekerjaan

apalagi dgn status married? perusahaan pun pasti mempertimbangkan hal tsb, kcuali pns ..

Akhirnya kami putus, karena ia tidak menghargai jerih payah saya di kuliah, tdk menghargai ibu saya yg sudah membiayai saya ..

Saya bertanya kalau sayang knapa tidak bisa menunggu saya untuk kerja terlebih dahulu, seengganya kerja 2 thn, usia dia 28 ..
Namun S membalikkan pertanyaan itu kpd saya, kalau sayang kenapa tidak mau diajak serius?

Apabila dia menunggu saya, melewati prinsip keluarganya, keluarganya tidak merestui ..
Apabila saya yg mengikuti kemauannya, keluarga saya yg tidak merestui ..

Saya masih sangat mencintainya, tulus, karena menikah dgn S merupakan salah satu cita” saya stlh bekerja ..
Saya menyayangkan sikapnya yg seperti: Kalau mau, bagus, kalau ngga bisa cari yg lain ..

Apakah lelaki memang egois seperti itu?
Mengapa dia lebih memilih putus dgn saya yg ibaratnya sudah tau baik buruknya dan lebih memilih mencari orang baru dikenal yg bisa dinikahi ..

Apa dia benar” sayang? atau saya hanya dijadikan obyek pemenuhan targetnya?

Apa yg hrs saya lakukan? Mengapa tidak ada jalan tengah bagi kami? saya dpt menurunkan prinsip saya dari ingin menikah usia 26-27, dpt saya turunkan menjadi 24 thn .. Mengapa dia tdk bisa menaikkan targetnya 1 thn saja??

Alasan menunda pernikahan pun bkn karna saya ingin menikmati masa muda saya, ingin senang” dulu, dll. TIDAK, saya menunda pernikahan untuk bekerja, demi saya, demi ibu saya, demi keluarga ..

Apa saya salah???

Jawab:

Disini saya akan menjawab konsultasi tidak dengan memihak siapapun, tapi sesuai dengan apa yang saya pahami. Seandainya saya berkata Anda harus mengikuti pilihan calon suami Anda, maka ada kemungkinan Anda mengira saya memihak gender, karena saya seorang lelaki. Namun seandainya saya mendukung Anda, sangat tidak adil buat calon suami Anda, karena dia adalah seorang lelaki yang kelak akan menjadi seorang pemimpin dalam berumah tangga.

Keduanya benar dan keduanya juga salah, benar karena kalian berdua memiliki pemahaman hal yang benar menurut versi masing-masing. Salah dalam artian, kalian kurang dalam berkomunikasi. Ya, begitulah komentar saya seputar permasalahan yang Anda hadapi.

Kalian berdua sama-sama mendahulukan EGO ingin membahagiakan orang tua, tapi lalai mencari SOLUSI yang terbaik untuk diri sendiri. Cobalah memahami apa yang saya katakan berikut ini. “Bukan berarti karena Anda seorang perempuan, ketika akan dinikahi oleh PRIA maka dengan mudahnya mereka mengambil Anda dari “orang tua” dan lepaslah tanggung jawab menafkahi orang tua“. Tidak, bukan seperti itu.

Jika Anda berpikir sesederhana itu, secara tidak langsung Anda telah MENUDUH calon suami Anda akan memonopoli keadaan, walaupun pada kenyataannya hal seperti itu BELUM TENTU BENAR. Ketakutan Anda sajalah yang menyebabkan semua hal menjadi negatif dipandangan Anda. Segala hal buruk Anda pikirkan walau jelas-jelas hal seperti itu tidak mungkin terjadi.

Memang dari kelihatannya banyak pasangan yang setelah menikah sering “lupa” kepada kedua orang tua dan mertuanya, namun saya yakin kalian tidak akan berbuat seperti itu. Apalagi menyingkirkan CITA-CITA dan KEINGINAN KELUARGA. Lihat dari segi SISI POSITIFNYA, kalian berdua sama-sama bertekad ingin menikah dan bersama-sama ingin membahagiakan keluarga, bagaimana jika kedua tekad itu disatukan? Bukankah semangat itu akan jadi LUAR BIASA?

Tapi, sebenarnya semua akan jadi lebih mudah seandainya Anda bersedia berkonsultasi dengan pasangan Anda dan saling  mendengarkan. Tidak sulit kok mengajak pasangan Anda dinner di suatu tempat, sambil membicarakan masalah yang rumit seperti ini. Ceritakan semua beban yang ada di pikiran Anda, dan bicarakan dari hati ke hati. Sungguh, kalian belumlah pantas menjadi suami istri jika dalam mengambil keputusan, Anda dan pasangan Anda berjalan pada PRINSIP dan EGO masing-masing. Ingat, ini barulah permulaan. Ketika akan menikah nanti, Anda dituntut harus bisa lebih bijaksana dari sekarang ini.

Namun sebelum melakukan hal itu, cobalah memikirkan hal-hal baik yang bisa Anda dapatkan seandainya Anda memilih di antara kedua pilihan tersebut. Bagaimana jika Anda memilih bersegera menikah? Masihkah bisa membahagiakan orang tua? Masihkah bisa BEKERJA dan KULIAH? Apakah Anda yakin SEMUA PERUSAHAAN akan menolak lamaran Anda?

[Dari yang saya tahu, perusahaan berteknologi maju sama sekali tidak menetapkan standar seperti itu, bahkan banyak dari perusahaan yang mendukung suami dan istri bekerja bersama dalam satu perusahaan. Anda bisa bertanya langsung ke Purdhi E Chandra, bos Primagama, Ciputra dan Renald Kasali. Dulu, Renald memang mengatakan bahwa, "Suami istri dilarang bekerja dalam satu perusahaan", namun seiring berkembangnya zaman beliau telah merubah statement itu dan menyarankan kepada perusahaan untuk MEMBOLEHKAN suami istri bekerja dalam satu perusahaan]

Dan bagaimana jika Anda memilih menunda pernikahan? Apakah masih bisa membahagiakan diri Anda? Masihkah bisa membuat pasangan Anda bahagia? Apakah Anda yakin 100% perusahaan akan dengan segera menerima lamaran Anda?

Kisah ini hampir serupa dengan apa yang dialami oleh tetangga saya. Pihak perempuan sama sekali tidak mau berkonsultasi dengan pihak laki-laki, mereka hanya ingin PERMINTAAN mereka DIPENUHI tanpa memikirkan apa yang menjadi harapan dari pihak laki-laki. Mereka sama sekali tidak mau mendengarkan dan berakhir dengan penyesalan. Apakah hal seperti ini adil?

Maka pesan dari saya, segera ambil keputusan sesuai DENGAN APA KATA HATI. Jangan sampai menyesal nantinya, sebab Anda adalah seorang perempuan. Yang dalam waktu dekat ini akan dimuliakan dalam pernikahan.

Tambahan: Anda pernah melihat iklan KB? Dimana ibu si anak perempuan terus bertanya dan menuntut. Kapan MENIKAH? Kapan punya ANAK? Kapan punya ADIK BARU? Begitulah orang tua..

Mungkin sekarang ini Ibu Anda akan menuntut Anda harus bekerja dahulu, lantas bagaimana jika setelah bekerja Ibu Anda kemudian menuntut Anda untuk segera menikah? Disaat Anda belum memiliki calon dan terlanjur menolak menikah dengan laki-laki yang sekarang ini melamar Anda, Ibu Anda pasti akan terus mendesak walaupun pilihannya adalah laki-laki lain. Maka dari itu janganlah mengabaikan nasehat singkat berikut ini:

“Yesterday is History, Tomorrow is a Mystery… but Today is a Gift, that’s why it’s called the Present.”

Buat pengunjung yang memiliki problem cinta dan kepengen konsultasi seperti sahabat Riri, diharapkan untuk mengirimkan komentar di salah satu tulisan saya di blog ini. InsyaAllah jika saya mampu menjawab problem Anda, akan saya jawab di kolom dimana Anda menuliskan komentar tersebut.

Catatan : saya tidak menerima konsultasi melalui Hp, Facebook maupun Yahoo Messeger.

About these ads

~ oleh azzaam pada 11 Juni 2010.

17 Tanggapan to “Konsultasi Cinta: Terjebak antara Dua Pilihan”

  1. salam kenal.
    nama saya asri (perempuan 26taun), saya memiliki 2pasang ortu yg Alhamdulillah masi ada dan dalam keadaan sehat. saya sudah menjnalani hubungan dgn seorg laki2 selama 1tahun berinisial J (32taun).
    si J ngajak saya utk menikah di taun ini disaat kita br kenal. saya sangat setuju dan senang skali. kami sama2 bekerja. mslh timbuk disaat saya ditawarin kerja di salah satu bank pemerintah terkemuka, tes demi tes saya lalui dan saya berhasil hingga saat ini saya sudah membuat surat resign di ktr lama. kemungkinan besar, saya masuk training awal ataupun pertengahan bulan depan (juli’10). yg jadi mslh adlh disaat J meminta ke ortu yg membesarkan saya, ortu saya menolak dgn alasan saya bekerja dulu, nikah sekitar 1-2taun lg sdkn ortu biologis, kpn pun bersedia. saya bingung saya hrs bgmn. saya sering bertengkar dgn J, dia slalu bilang saya ajak nikah dgn niat yg benar daripada pacaran tambah bikin dosa (qta tdk melakukan hubungan suami istri) dan rejeki Allah yg atur. tlg bantu saya bapak/mas. saya bingung hrs bgmn. kami saling menyayangi. satu hal lagi, mengenai gaji, uang gaji kami hanya cukup utk bayar utang kami, j punya tanggungan motor dan sbg sdkn saya juga sama. saya berfikir klo qta menikah bgmn, terkadang kita mkn pun hrs hutang ke teman. mohon solusinya. terima kasih bnyak sebelumnya.

    • Pada dasarnya, seorang gadis tidak boleh menolak lamaran dari laki-laki yang sholeh sebagaimana termuat dalam hadist berikut: “Apabila datang melamar kepadamu seseorang yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya, maka kawinkanlah. Jika tidak kamu laksanakan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas“. (HR. Tirmidzi)

      Dan ortu yang membesarkan kamu sama sekali tidak berhak melarang kamu untuk menikah, semua orang yang membaca tulisan ini pasti akan berpikiran sama dengan saya. Yang bertanggung jawab untuk keputusan seperti itu hanyalah ortu biologis kamu, karena ortu biologis inilah yang nantinya akan menjadi wali buat kamu.

      Rasululloh SAW bersabda, “Janda lebih berhak atas dirinya dibanding walinya. Sedangkan gadis dimintai izin tentang urusan dirinya. Izinnya adalah diamnya.

      Maka dari itu kesampingkanlah permintaan dari ortu yang membesarkan kamu. Nah, jika hal seperti itu sudah kamu kesampingkan, apakah sudah didapat keputusan yang tepat sesuai dengan hati nurani?

      Sesungguhnya banyak sekali manusia dimuka bumi ini yang tersesat dalam pernikahannya karena harta. Jangan takut dan ragu, sudah menjadi jaminan oleh Allah rezeki yang melimpah setelah menikah nanti, buka surah An-Nuur:32

      Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

      Bukan berarti karena sekarang ini Anda tidak dalam keadaan cukup, maka setelah menikah Anda akan merasakan kesusahan yang sama. Pikirkanlah, rezeki itu datang dari arah yang sama sekali tidak pernah diduga. Gajah yang tidak memiliki akal meyakini bahwa hidupnya terjamin karena Allah, maka kita manusia sebagai makhluk yang berakal harus lebih yakin dari Gajah. Kamu harus mempercayai Allah dan keseriusan suami dalam menafkahi Anda nantinya. Seandainya calon suami Anda adalah seorang yang kaya raya dan sholehah, apakah kamu masih akan meragukan lamarannya? Saya yakin jawabannya adalah “tidak”.

      Sungguh tidak adil buat suami kamu, seandainya kamu hanya membayangkan kekurangan pada dirinya sekarang ini dan meragukan kemampuannya. Maka cobalah membayangkan dia disaat dirinya sukses, sholehah dan kaya raya, kamu pasti akan bahagia..

  2. assalamu’alaikum wr.wb
    saya Tari 19 tahun, saat ini saya masih duduk dibangku kuliah semester 5. Saya saay ini sedang dekat dengan seorang pria berinisial S (27 th). Dia saat ini sudah bkerja dan juga sedang duduk dibangku kuliah smester 4. S ini berasal dari betawi, sedang saya dari keturunan Jawa tengah, tepat nya Solo. S ini berencana ingin mengajak saya nikah 3 tahun lagi, saat si S ini sudah memiliki usia 30 tahun. saya memang berjarak 8 tahun dengan si S ini, tapi saya mrasa ia mampu menjadi imam di keluarga jika memang kami berjodoh. Masalahnya saat ini, orang tua saya ingin saya nikah dengan orang yg keturunan Jawa juga. Saya dan S sudah dekat 8 bulan ini. Orang tua saya agaknya melihat harus dari bibit, bebet, dan bobot nya juga. yang saya lihat si S ini blum mmenuhi kriteria orang tua saya. Saya sudah jelaskan tentang apa adanya si S ini. Tapi orang tua saya tetap ingin sesuai kriteria beliau. Mohon bantuannya.apa saya ikuti orang tua saya.. atau saya memperbaiki hubungan dengan S sampai saya benar-benar saya tidak mampu untuk menruskannya.. Terima kasih.

    • Ada yang bersedia ingin menjawab pertanyaan sahabat kita berikut ini?

      Intinya, yang perlu diperbaiki bukanlah diri Anda ataupun calon suami Anda, tapi orang tua Anda…
      Berusahalah untuk terus meyakinkan orang tua Anda, sekeras-kerasnya batu dalam waktu yang lama pasti akan kikis dengan tetesan air gunung..
      Untuk itu, “Jangan Menyerah”

  3. assalamualiakum wr.wb..
    Saya iyun berumur 24 tahun saat ini saya sedang menganggur. saat ini saya sedang bingung sekali dalam memilih pilihan hidup saya
    1. saya memilki 2 orang pacar yang mencintai saya, tetapi ketika saya mengajak untuk menikah.mereka selalu bilang belum mampu.apalagi saya sudah sangat jauh berhubungan karena saya takut semakin bertambah dosa saya mengajak menikah diantara mereka siapa yang lebih mampu..tapi hasilnya nihil.jadi yang saya tanyakan keputusan apa yang harus saya ambil agar saya bisa meningkatkan ibadah dan fokus sama diri sendiri agar bisa berubah untuk jadi yang lebih baik

    • Jika ingin mencari pasangan yang siap menikah maka tinggalkanlah mereka berdua…
      Karena bisa jadi mereka itu bukanlah jodoh yang tepat buat kamu..
      Yakinkan diri kamu hanya untuk mencari ridha Allah, jangan takut dan jangan ragu…
      Saat ini Allah sedang menguji keseriusan kamu, siapkah kamu dengan jodoh yang lebih baik dari keduanya?

  4. Salam kenal,
    Aku Aya (24 tahun), saat ini aku bekerja.Ak bingung dan dilema antara 2 pilihan, antara si A dan si Z. Aku telah berpacaran dgn A sudah 5 tahun. Awal Agustus aku br saja TUNANGAN dengan A, lantaran aku cemas karena pacaran sudah lama dan untuk menjaga agar tidak lebih “jauh lagi” berhubungan nya (biasa anak muda).Sejauh inI memang aku akui ada yang menaruh harapan lebih terhadap ak yaitu si Z. Sebelum pertunangan itu terjadi si Z sdh berencana akan melamar aku dalam waktu dekat, cuma aku bingung, di satu pihak ak telah lama pacaran dengan A, di satu pihak ak diam2 simpatik dengan Z karena agamanya, aku butuh lelaki seperti dya yg bs mnjadi imam ku dlm rmh tangga. Bgmn menurut anda, aku harus memutuskan yang mana : si A lantaran kami terlanjur bertunangan dan pacaran lama, atau si Z karena dya Agama nya bagus bs menjadi IMAM dalam rumah tangga ku.

    Tapi, jika engkau berani memilih seseorang itu karena AGAMANYA, maka kamu akan mendapatkan semua: CINTA, KEKAYAAN, KESETIAAN, KEHORMATAN dan KECANTIKAN..
    Sebab, sesorang yang baik AGAMANYA adalah seseorang yang sabar, penuh rasa cinta, dihormati, dihargai, disayangi, kaya akan harta (selalu mengucap rasa syukur dan rajin bersedekah) dan mereka itu adalah golongan orang-orang yang cantik hatinya dan bersinar wajahnya..

    Mohon bantuannya, terima kasih…

    • Jika saat ini juga KAMU INGIN BERSEGERA MENIKAH, maka pilihlah seseorang itu karena AGAMANYA…
      Dan saya yakin, apa yang saya pikirkan pasti sama dengan apa yang Anda pikirkan :)

      • Gmn cara mulai nya…harus mulai darimana..ga mungkin menghancurkan 5 tahun yang sudah dibina..hub orangtua yang baik..gmn caranya

  5. To. Mas Azzam..

    Thanks bwt sarannya..ak udh melakukan hal iu..dan ridho Allah smuanya seperti nya dimudah kan Allah..Ya Allah berilah aku kekuatan, ketabahan hati untuk menjalani smuanya..amin..

  6. assalamu’alaikum wr.wb
    saya dian(21th),pikiran saya lg mumet bgd, sebelumnya kehidupan percintaan saya berjalan mulus tanpa hambatan sedikitpun, tdk ada yg namanya bumbu2 cinta.saya berpacaran dgn “M”(22th) sdh 6 tahun, ibu saya(single parents) sangat merestui hub.kami…di tempat kerja saya bertemu dg “T”(24th), orangnya sangat baik, dewasa, sholeh,(entah karena saya ditinggal mati oleh ayah saya)saya merasa nyaman & dilindungi oleh dia,saya merasa dia itu laki2 yg bisa membimgbing saya&bisa jadi imam buat saya.tanpa sadar saya sudah jatuh cinta dengannya.. 1 bulan saya menjalani hub.dengannya sangat bahagia.kami berdua saling mencintai dan berencana akan menikah.. kesalahan saya adalah menjalin hub.dengan org yg sudah berkeluarga, dia sudah pny istri&anak, tp hub. rumah tangga mereka lagi berantakan..saya berniat menungu dia.konflik di mulai saat “M” melihat perubahan sifat saya, akhirnya terkuaklah sudah hubungan gelap kami.. “M” sangat membenci saya, ibu saya pun marah.tau saya menjalin hub.dengan suami orang&menyakiti “M’.dia menyuruh saya memilih antara keluarga&”T”,akhirnya saya pun memilih keluarga… tp bagaimana dg perasaan saya??? hati saya benar2 sakit, saya baru aza merasa menemukan cinta sejati saya. saya sangat mencintainya karena dia bisa menjadi imam buat saya.mohon bantuannya, apa jalan yang pilih sudah benar?

  7. Assalmu’alaikumslm
    tinggal menghitung hr z q akn brtunangan dgn cwo sebut z nm’ny ardi tp q ga cnt ma dy.jrak rmh dy hnya 100m dr rmh q alsan itu yg membwt ortu q sngat menginginkn q menikh dgn ardi tp q sm sekali ga mengi2nkan nkh ma org dkt,mrka ga mo q mnkah ma org jauh krn q ank bungsu prnh q knalkan pd mreka pcr q org jateng ortu lngsung z blg ga stuju.q trma ardi semata2 krn drongan dr ortu yg memprmslah kan umur q yg sdh menginjak 28thn mrk ingn q cpt menikah.ap q nrut ma ortu atw gmn?

  8. aku prnah nyakitin mntan gw,,saat gw nembak dia,dia gantungin prasaan gw,g lama kemudian trus gw nembak cew laen,,trus gw pcran sebulan n ptus,,trus gw pngen balikan ma mantan yang gantungin prasaan gw,,nmun dy blng gw udah nyakitin dy,,,tp dy msih sayang gua namun dy blm bsa prcaya ma gw spenuhny n dia gantungin prasaan gua lg,,,gua rasa dia lagi dekat me cow2 laen,,ap yang harus gw lakukan???
    trus berusaha atau nggak y??/
    n gua takut dy balas dendam ma gw,,,tp gw sayang banget ma mantan gua,,,kasi solusi donk,,,

  9. saya mencintai cowok yang tinggal 4 bulan ge akan menikah dengan tunangannya,,saya berharap si cowok memutuskan nya..
    kami berdua saling mencintai,,tapi si cowok masih berpikir dulu karena tidak ingin menyakiti hati orang tua nya..
    pliz bantuin dunk temui solusinya??

    • Kalau memang dia tidak berjodoh dengan kamu, maka tidak ada kekuatan yang mampu memaksa dia menikah denganmu..
      Dengarkan kata hatimu, benarkah kamu mencintainya?Jika benar, maka biarkan dia memilih untuk pasangan yang terbaik buat dirinya…
      Kita tidak tahu mana kebahagiaan yang tepat buat dirinya, hanya ALLAH lah yang MAHA TAHU…
      Untuk itu cukup dengan mendoakan yang terbaik buat dirinya…
      Tidak perlu menjadi egois. Yakinlah bahwa ALLAH punya rencana yang INDAH buat kamu :)

  10. Sekarang Dia udah mutusin untuk memilih tunangannya padahal dia tidak pernah pacaran secara nyata melainkan lewat HP dan dia pun baru kenal sama ce tsb 2 hari lgsung diajak tunangan waktu dy menikah ga lama,,tinggal 4 bulan ge..
    sekarang saya patah hati,,sangat patah hati,,gag ada orang yg bisa gantiin dia,,hidup saya sekarang menjadi suram,,ga punya masa depan..
    apa dia termasuk org yg egois??udah tau punya tunangan,,pi masih mau manjalani cinta dengan saya
    saya harus gimana??

    • Dia sama sekali tidak egois, justru kamulah yang sebenarnya bersikap egois…
      Maaf kalau saya berkata demikian. Kelak kamu pasti akan mengetahui mana yang terbaik dan yang paling baik…
      Sekali lagi, jangan berkata seperti ini:
      sekarang saya patah hati,,sangat patah hati,,gag ada orang yg bisa gantiin dia,,hidup saya sekarang menjadi suram,,ga punya masa depan..
      Berhati-hatilah… karena apa yang kamu katakan bisa jadi itu adalah sebuah DOA..
      Bersyukurlah dan berdoa untuk yang terbaik buat diri kamu dan diri nya. Itulah arti CINTA yang sesungguhnya…
      Ikhlaskanlah maka kamu akan belajar menerima…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: