Melankolis dan Melow, Keduanya Berbeda!

Hari ini saya membaca koran yang tidak bisa saya sebutkan koran apa itu, yang sedang mengulas informasi seputar “cowok melankolis“. Dalam awal pembahasannya, saya lihat penulis dari koran itu sepertinya memahami apa yang dimaksud dengan Sanguis, Melakolis, Koleris dan Plagmatis. Dan dalam penjelasan seputar keempat sifat tersebut, sudah sangat cocok dengan apa yang saya pahami sekarang ini. Namun saya menjadi terkejut setelah membaca tulisan-tulisan selanjutnya perihal komentar dari para korespondensi yang mengomentari karakter cowok melankolis.

Komentar-komentar tersebut menurut saya sama sekali tidak pas dengan istilah COWOK MELANKOLIS. Anehnya, masih juga dipublikasikan oleh pihak koran. Saya jadi curiga, apakah mereka [editor koran tersebut] memahami arti dari melankolis ataukah tidak? Mempublikasikan komentar yang tidak sesuai dengan tema bukankah akan meyebabkan istilah “melankolis” menjadi rancu?

Dari tulisan yang saya baca, isi cerita dari koran tersebut dominan ke arah merendahkan sifat “melankolis”, menceritakan kekurangannya tanpa memberitahukan kebaikan dan kelebihannya. Bahkan salah satu korespondensi bertutur, “Melankolis, Gak Bangeet..!“, dengan kata-kata seolah dia memahami apa itu arti melankolis, padahal ilmunya seputar “melankolis” NOL BESAR.

Kemudian mereka para korespondensi juga berkata bahwa cowok melankolis identik dengan: pemimpi, jadul, lemah jiwanya, lembek, cengeng, sifatnya kayak cewe dan yang lebih extreem lagi ada yang bilang metroseksual [hei para cowo melankolis, setuju tidak dengan pendapat tersebut?]. Padahal sebenarnya itu bukanlah istilah dari cowo melankolis. Kalau cowo melow sih mungkin iya, namun dalam tanda kutip, “supeeer melow and extreem melow“.

Bukannya saya sok tahu, namun kecewa saja dengan ulasan yang ada dihalaman koran tersebut. Karena tulisan tersebut sangat merendahkan kepribadian melankolis. Mereka yang dangkal ilmunya diwawancarai dan hasil wawancara begitu mudahnya dipublikasikan tanpa adanya proses editing. Namun anehnya, mereka sama sekali tidak mewawancarai cowo yang memiliki sifat melankolis, bukankah tema utama dari koran tersebut adalah cowok melankolis? Apakah saat ini kita berada di zaman dimana “artis lebih dipercaya ketimbang para ilmuwan“? Enggak khan..

Dulu, pertama kali saya mengenal kata melankolis, saya juga mengira bahwa “melankolis” adalah “melow“. Namun kenyataannya itu sama sekali tidaklah benar. Melankolis adalah sebuah “kata yang bertajuk sebagai sifat” dimana bisa digabungkan dengan kata sifat, contoh “sifat cowo itu melankolis“. Sedangkan melow adalah “kata yang bertajuk sebagai kata kerja” dan sama sekali tidak dapat disatukan dengan kata sifat, contoh : “sifat cowo itu melow“, gak nyambung coy. Kata melow justru lebih cocok jika digabungkan dengan kata-kata yang berkonotasi pekerjaan, contoh : “dikit-dikit melow, dikit-dikit melow, ada film sedih melow, wah.. gak keren lu. Lupain masa lalu dunk, hiduplah dengan harapan baru“. Gimana, pas khan?

Lantas bagaimana cara memahami dengan benar pengertian melankolis? Wah, kalau membahas seputar itu nantinya tulisan saya ini akan menjadi super puanjang, alangkah baiknya jika saya berikan tautan artikel. Dan supaya lebih mudahnya memahami, baca artikel berikut :

Nah, sudah bisa memahami arti sebenarnya dari melankolis khan? Jadinya sekarang ini saya katakan dengan sangat serius bahwa “melankolis” dan “melow” itu berbeda, jauh malah. Memang, pada sifat melankolis juga ada unsur melow-nya, namun tidak hanya di sifat melankolis. Sifat lainnya, seperti sanguis, koleris dan plagmatis juga ketularan dan memiliki sifat ini. Hayoo.. ngaku?

Intinya, melow bisa menular seperti virus karena pengaruh melow didapat dari lingkungan sekitar Anda, sedangkan melankolis tidak. Karena melankolis adalah sifat dasar yang dimiliki tiap-tiap manusia semenjak lahir.

Ada pertanyaan yang menarik, jika saja sifat melankolis merupakan bawaan dari lahir, bisakah kita merubah sifat ini? Jawabannya adalah antara “bisa dan tidak bisa“. Anda mungkin bisa menjadi seseorang yang super gaul seperti yang dimiliki sanguis ataukah menjadi angkuh dan bossy seperti yang dimiliki koleris sampai-sampai sifat melankolis Anda tidak tampak sama sekali. Tapi tetap saja, sifat melankolis itu akan tetap ada. Maka, bersyukurlah dengan sifat-sifat alami yang Anda miliki sekarang ini. Sang pencipta lebih mengetahui apa-apa yang terbaik untuk diri Anda.

Ketahuilah, cowo melankolis adalah cowo paling romantis didunia, paling rapi dan paling setia. Ilmuwan-ilmuwan besar, pengarang lagu dan artis terkenal juga banyak yang bersifat melankolis. Thomas Alfa Edison, Einstein, Kahlil Gibran, Usman bin Affan, Andi Malalareng, Dude Harlino, Irwansyah, Justin Timberlake, Kim Hyun Joong yang berperan sebagai Yoon Ji Hoo dalam serial Boys Over Flower, mereka semua bersifat melankolis.

Nah cukup sampai disini, semoga dari ulasan sederhana saya ini Anda dapat membedakan arti dari melankolis dan apa itu melow Goeslaw, eh… itu khan artis :)

About these ads

~ oleh azzaam pada 9 Januari 2010.

4 Tanggapan to “Melankolis dan Melow, Keduanya Berbeda!”

  1. Baru tau klo txta artis ad yg melankolis jg. Kirain artis kebaxkan sanguin. dan flegmatis. hehehe

  2. Baru tau klo artis txta ad yg melankolis jg. Kirain cm sanguin. dan flegmatis. hehee thx infox.

  3. wahahaha.. gokil :D
    lucu juga ternyata pembicaraan tentang tema ini. untuk infonya, tq :)

  4. betul sekali emalnkolis dan melow amat berbeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 180 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: