Antara Bahagia dan Musibah
Tak kusangka dihari ini ku pertama kali melihat wajahnya..
Cantik mempesona, membuat hatiku berbunga..
Sungguh..
Aku sudah menuruti pesan Nabi untuk melihat wajah wanita sekali saja, namun bayangan wajah itu masih tetap mengganjal dibenak..
Apakah ini cinta?
Seolah tampak biasa, namun membuat hati terpesona..
Ingin selalu bersama, dalam suka dan duka..
Ingin duduk berdamping hanya untuk menikmati wajahnya..
Terasa indah menyejukkan saat membayangkan dirinya…
Namun..
Aku hanya bisa berdoa “Jika dia yang Engkau pilihkan untukku, aku akan menerima dengan ikhlas. Berikanlah dia (wanita itu) sebagai pendamping terbaik dan terakhirku, untuk selamanya..”
Amin..
Keceriaanku hanya sementara..
Tak lama kemudian aku terkena musibah. Mungkin tak begitu parah..
Namun memberi hikmah yang mendalam.
Dan sesuatu yang tidak bisa dibanggakan jika aku mendapat musibah kecelakaan saat mengendarai motor.
Apakah aku terlalu senang hingga akhirnya melupakan sekitar (lalai dalam mengendara)?
Ataukah aku banyak kesalahan sehingga mendapat teguran dari sang Pencipta?
Aku tak tahu..
Yang pasti hari ini keceriaanku memikirkan “Dia” (wanita itu) melebihi rasa dukaku dalam musibah hari ini..
Hanya satu yang kurasakan saat ini…
Hatiku BERBAHAGIA lagi setelah sekian lama tersakiti..



Tinggalkan Balasan